Azaki Khoirudin




Karakter Islam berkemajuan untuk pencerahan peradaban mampu memberikan kekuatan yang dinamis dalam menghadapkan pelajar Islam dengan perkembangan zaman. Dalam penghad
apan Islam atas realitas zaman, IPM harus mengembangkan gerakan ilmu, gerakan pencerahan, dan gerakan pemberuan sebagai alat kemajuan, sehingga Islam benar-benar menjadi agama bagi kehidupan yang bersifat kontekstual tanpa kehilangan pijakannya yang autentik pada sumber ajaran.
Gerakan ilmu telah dipelopori oleh  Kiyai Haji Ahmad Dahlan dalam bingkai yang kokoh sebagaimana disebut sebagai “akal pikiran yang yang suci”, sedangkan dalam Matan Keyakinan dan Cita-Cita Hidup Muhammadiyah (MKCHM) disebut “akal pikiran yang sesuai dengan jiwa ajaran Islam”.
Islam berkemajuan memahami bahwa Islam memiliki pandangan tentang komunitas yang dicita-citakan, yakni masyarakat Islam yang sebenar-benarnya. Dalam pesan Al-Quran (Qs. Ali Imran ayat 110; Al Baqarah ayat 143), komunitas Islam yang diidealisasikan merupakan perwujudan khaira ummah (komunitas terbaik) yang memiliki posisi dan peran ummatan wasatha (komunitas tengahan), dan syuhada ‘ala al-nas (pelaku sejarah) dalam kehidupan manusia.
Komunitas terbaik yang dicita-citakan IPM adalah suatu komunitas pelajar yang di dalamnya ajaran Islam berlaku dan menjiwai seluruh bidang kehidupan yang dicirikan oleh ber-Tuhan dan beragama, berpersaudaraan, berakhlak dan beradab, berhukum syar’i, berkesejahteraan, bermusyawarah, berihsan, berkemajuan, berkepe-mimpinan, dan berketertiban. Dengan demikian komunitas terbaik menampilkan corak yang bersifat tengahan, yang melahirkan format kebudayaan dan peradaban yang berkeseimbangan. Komunitas yang maju, adil, makmur, demokratis, mandiri, bermartabat, berdaulat, dan berakhlak-mulia (al-akhlaq al-karimah) yang dijiwai nilai-nilai Ilahiah.  Menurut Abdul Mukti paling tidak ada lima pondasi utama Islam berkemajuan, yang menjadi karakter pelajar Muhammadiyah, yaitu:
1.    Memiliki Tauhid yang Murni
Tauhid yaitu doktrin sentral dalam Islam. Misi IPM adalah tiada Tuhan yang berhak disembah kecuali hanya Allah swt. Islam puritan yang selalu mengajak kepada aqidah yang murni, bersih, lurus, dari berhala (klasik atau modern) yang merusak.
2.    Memahami al-Qur’an dan Sunnah Secara Mendalam
Bagi IPM, beragama Islam harus berdasarkan pada al-Qur’an dan al-Sunnah al-Maqbullah. Tidak bersifat taqlid (ikut-ikutan) trend, budaya pop, dan lain-lain, tanpa pengetahuan tentangnya. Dalam beribadah dan bermuamalah wajib menjadikan al-Qur’an dan sunnah sebagai titik pijak.
3.    Melembagakan Amal Shalih yang Fungsional dan Solutif
Iman tidak sempurna tanpa amal shalih. Bagi IPM, amal shalih tidak semata-mata berupa ibadah mahdhah. Amal shalih adalah karya-karya kreatif dan bermanfaat, merefleksikan kerahmatan Islam dan kasih sayang Allah. Hidup untuk masyarakat dan semesta alam.
4.    Berorientasi Kekinian dan Masa Depan
Pelajar Muhammadiyah tidak terjebak pada romantisme kejayaan masa lalu. Dalam melakukan program, berpikir dan bertindak baik secara individu maupun kolektif harus menjadikan masa lalu sebagai titik pijak untuk begerak kekinian dan merancang masa depan.
5.    Bersikap Toleran, Moderat, dan Suka Bekerja Sama
Pelajar Muhammadiyah tidak boleh bersikap elitis dan ekslusif. Fanatisme Islam, golongan ber-IPM secara berlebihan dan over-reaktif tidak dibenarkan. Kader IPM tidak boleh menjadikan perbedaan masalah-masalah sepele, (khilafiah), teknis, dan ecek-ecek sebagai sumber konflik. Namun, pelajar, Muhammadiyah (kader, anggota) IPM harus memiliki sikap yang toleran (menghargai dan memahami perbedaan), moderat (sederhana, adil, dan bijaksana), serta suka bekarja sama.

- Designed by Azaki Khoirudin -