Islam Berkemajuan sebagai Ideologi Terbuka
Oleh: Muhammad Asratillah
(Lembaga
Penelitian dan Pengembangan PW Muhammadiyah Sulsel)
Pandangan mengenai Muhammadiyah sebagai gerakan Islam
yang berkemajuan sudah muncul sejak awal-awal dari pendirian Muhammadiyah.
Idiom “kemajuan”, “ memajukan “, “maju” dan “berkemajuan” telah
diperkenalkan oleh founding fathers Muhammadiyah. “Memajoekan hal Igama kepada
anggauta-anggautanja” bunyi pernyataan dalam statue pertamakali tahun 1912, dan
dalam edisi awal Suwara Muhammadijah yang di tulis dalam bahasa Jawa
diungkapkan “Karena menurut tuntunan agama kita Islam, serta sesuai dengan
kemauan zaman kemajuan”. Dalam Muktamar ke 37 tahun 1968 karakter Masyarakat
Islam yang sebenar-benarnya salah atu cirinya adalah “Masyarakat Islam
adalah masyarakat yang maju dan dinamis, serta dapat menjadi contoh….”
KRITISISME DALAM ISLAM BERKEMAJUAN
Awal kehadiran Muhammadiyah di
Nusantara, memang digerakkan oleh sebuah tujuan besar yaitu menghadirkan “Masyarakat
Islam yang sebenar-benarnya”, tetapi keinginan kuat untuk mewujudkan tujuan
tersebut diawali dengan “gugatan”. Muhammadiyah menggugat realitas keagamaan
yang mandul pada masanya, menggugat realitas kebudayaan yang impoten dan
mengugat realitas sosial yang timpang. Saat Muhammadiyah menawarkan narasinya
sendiri mengenai sejarah kemanusiaan di satu sisi dia melakukan gugatan
terhadap narasi-narasi lain di sekitarnya.
Apa dan Bagaimana??? URGENSI PERUBAHAN NOMENKLATUR IPM-IRM-IPM

Pendahuluan
Dalam bagian
pendahuluan ini saya meletakkan beberapa paragraf yang tercantum dalam tanfidz Muktamar IRM ke-15 untuk menengok
ke,mbali apa yang kita hasilkan di Muktamar yang tentu saja banyak memakan
biaya,energi, dan waktu.




